Pupuk Subsidi Langka Dan Mahal,Front Persatuan Buruh Tani Sumsel Unjuk Rasa Di PT Pusri Dan Kantor Gubernur Sumsel


Puluhan Massa dari Front Persatuan Buruh Tani Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan Aksi Unjuk Rasa (Unras) di dua Tempat PT.Pupuk Sriwijaya Palembang dan Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) terkait Dugaan Kelakaan dan Mahal nya harga Pupuk Subsidi yang menyebabkan Petani Menjerit.

Pupuk Subsidi menjadi barang langka di musim tanam bagi petani seluruh Indonesia, pupuk subsidi yang harusnya tersedia di kios kios pertanian yang mudah di jangkau oleh petani hilang bak di telan bumi, ujar Koordinator aksi widya saat orasi di PT Pusri dan Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, (07/02/22)

Kelangkaan pupuk ini tak ada satu pun dapat menjawab persoalan ini, Petani Tanaman Pangan Hortikultra (PTPN) Sumsel berjumlah 381.441 orang dan 386.000 petani yang belum dalam pendataan Dinas Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, “katanya.

Potensi pertanian Sumsel di bidang pangan (Padi) telah dapat melakukan swa sembada beras, berdasarkan data BPS Provinsi Sumsel, berita resmi statistik I November 2021 di ketahui luas panen padi Provinsi Sumsel tahun 2021 (angka sementara total luas 492.040 ha dan total produksi (gabah giling kering) sebanyak 2.540.940 ton (GKR). Secara data Sumsel kondisi pertanian baik baik saja. “jelasnya.

Namun di lapangan petani menjerit ketika masa panen tiba karena pupuk subsidi hilang di pasaran, pupuk subsidi ini komponen pendukung pertanian hilang di pasaran.

Di tambahkan Korlap aksi Andreas Op mengatakan pada saat proses pengajuan RD KK yang disusun petani dan Dinas Pertanian dan Dinas Terkait sebagai pangkal dugaan proses manipulasi, oknum mafia pangan dengan mebajak usulan pengajuan pupuk swasta menambah carut marut pupuk subsidi untuk petani,”kata Aop

Kami mengingatkan kepada PT. Pusri dan Pemerintah Provinsi Sumsel terkhusus Gubernur H. Herman Deru bahwa pupuk adalah kebutuhan petani yang paling utama adalah pupuk subsidi sangat di perlukan, kami mengingatkan bahwa pupuk subsidi bukanlah bantuan sosial melainkan instrumen untuk mendorong investasi petani untuk meningkatkan produktivitas dengan harapan petani sejahtera mandiri secara ekonomi sehingga ekonomi kuat,”bebernya.

Kami meminta PT. Pusri untuk menjamin ketersediaan Pupuk Subsidi dan melakukan evaluasi rekanan penyalur pupuk subsidi, membuka kran pembelian pupuk subsidi secara langsung pada saat musim tanam karena kondisi darurat kelangkaan, “katanya.

Meminta Gubernur dan Bupati mendorong pengawalan ketersedian pupuk subsidi bagi petani pada musim tanam, mendesak pendataan dan pembagian kartu tani di seluruh petani di sentra penghasil beras hingga akhir semester 2022.

Mendesak DPRD provinsi untuk membentuk pansus pupuk subsidi di Sumsel, mendesak kepolisian Polda Sumsel dapat melakukan tindakan terhadap mafia pupuk subsidi, ungkapnya.

Aksi unjuk rasa Front Persatuan Buruh Tani Sumsel Unras di kantor Gubernur diterima langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Herman Deru mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar permasalahan pupuk petani mendapatkan solusi.

“Kami akan segera melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait mengenai masalah pupuk sehingga mendapat solusi permasalahan pupuk yang dirasakan petani,” kata Deru.

“Kami juga akan melaporkan hal ini ke
Kementerian Pertanian Republik Indonesia agar dapat segera ditindaklanjuti,”pungkasnya.(***)